Rabu, 28 Agustus 2013

Resiko laptop tanpa batterai

Bahaya Menggunakan Laptop Tanpa Baterai


Bahaya Menggunakan Laptop Tanpa Baterai - Di jaman modern ini, laptop sudah merupakah perangkat penting untuk mendukung aktivitas kita. Di saat kita sedang beraktivitas dengan laptop dan kemudian baterai habis, tentu akan repot jika kita harus menghentikan aktivitas kita di laptop untuk mencharge baterainya. Kebanyakan orang mencharge laptopnya sambil mengoperasikan laptop. 

Tetapi di samping itu, banyak sekali timbul opini dari orang-orang bahwa bermain laptop sambil charge dapat membuat baterai cepat drop dan kembung. Tetapi ada juga pendapat yang mengatakan justru kalau bermain laptop lansung dari listrik tanpa menggunakan baterai justru merusakkan perangkat-perangkat laptop.

Sebenarnya keduanya tidak salah, tetapi perlu di ketahui kalau bermain laptop tanpa menggunakan baterai dan lansung dari listrik justru berdampak lebih fatal. Jika menghidupkan laptop lansung dari listrik dan tanpa baterai, listrik akan lansung menuju ke hardware tanpa melakukan penyesuaian tenaga, sehingga hardware menerima tegangan listrik yg berlebihan dan mempercepat kerusakan. Selain menyimpan daya, baterai juga menyesuaikan arus yang masuk ke komponen agar tidak terlalu tinggi.

Selain itu, jika terjadi mati lampu dan listrik PLN yang tidak stabil, tentu sangat membahayakan motherboard dan hardisk. Lebih baik baterai laptop yang mengalami kerusakan dari pada motherboard ataupun hardisk yang harganya lebih mahal di bandingkan baterai. Lagi pula kinerja baterai laptop biasanya akan menurun di usia 2-3 tahun.

Minggu, 25 Agustus 2013

Inilah Yang akan terjadi Di INDONESIA

Tiga Ramalan Mengerikan Tentang Indonesia

           
          

1. Ramalan Jayabaya

Ramalan Jayabaya dalam periode Akhir tersebut cukup akurat dalam meramalkan bangkit dan runtuhnya kerajaan-kerajaan Jawa (Indonesia), naik-turunnya para Raja-raja dan Ratu-ratunya atau Pemimpinnya, yang terbagi dalam tiap seratus tahun sejarah, yaitu Kala-jangga (1401-1500 Masehi), Kala-sakti (1501-1600 M), Kala-jaya (1601-1700 M), Kala-bendu (1701-1800 M), Kala-suba (1801-1900 M), Kala-sumbaga (1901-2000), dan Kala-surasa (2001-2100 M).

Munculnya Presiden Sukarno sebagai Pemimpin Indonesia, Pendiri Republik Indonesia dalam periode Kala-sumbaga (1901-2000) diramalkan secara cukup akurat. Beliau digambarkan sebagai seorang Raja yang memakai kopiah warna hitam (kethu bengi), sudah tidak memiliki ayah (yatim) dan bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi).

Naik-turunnya Preside RI ke-2 Suharto juga secara jelas diramalkan oleh Prabu Jayabaya pada Bagian Akhir tembang Jawa butir 11 sampai 16 sebagai berikut: “Ana jalmo ngaku-aku dadi ratu duwe bala lan prajurit negara ambane saprowulan panganggone godhong pring anom atenger kartikapaksi nyekeli gegaman uleg wesi pandhereke padha nyangklong once gineret kreta tanpa turangga nanging kaobah asilake swara gumerenggeng pindha tawon nung sing nglanglang Gatotkaca kembar sewu sungsum iwak lodan munggah ing dharatan. Tutupe warsa Jawa lu nga lu (wolu / telu sanga wolu / telu) warsa srani nga nem nem (sanga nenem nenem) alangan tutup kwali lumuten kinepung lumut seganten.

Beliau muncul sebagai Pemimpin yang didukung oleh Angkatan Bersenjata RI (darat, udara dan laut), berlambang Kartikapaksi, memakai topi baja hijau (tutup kwali lumuten) pada tahun 1966. Zaman pemerintahan Presiden Suharto (Orde Baru) berlangsung selama 30 tahun.

Setelah lenyapnya kekuasaan tiga raja tersebut diatas, Jayabaya meramalkan datangnya seorang Pemimpin baru dari negeri seberang, yaitu dari Nusa Srenggi (Sulawesi), ialah Presiden BJ Habibie.

Ramalan Jayabaya bagi Indonesia setelah tahun 2001 Indonesia akan menjadi sebuah negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera sebagai akhir dari Ramalan Jayabaya (Kala-surasa, 2001-2100 M), zaman yang tidak menentu (Kalabendu) berganti dengan zaman yang penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia menaruh hormat. Akan muncul seorang Satriya Piningit sebagai Pemimpin baru Indonesia dengan ciri-ciri sudah tidak punya ayah-ibu, namun telah lulus Weda Jawa, bersenjatakan Trisula yang ketiga ujungnya sangat tajam, sbb:

Di zaman modern abad ke-21 saat ini dengan berbagai persenjataan modern dan alat tempur yang canggih, mulai dari senjata nuklir, roket, peluru kendali, dan lain-lainnya, maka senjata Trisula Weda mungkin bukanlah senjata dalam arti harafiah, tetapi adalah senjata dalam arti kiasan, tiga kekuatan yang membuat seorang Pemimpin disegani segenap Rakyatnya. Bisa saja itu adalah tiga sifat-sifat sang Pemimpin, seperti: Benar, Lurus, Jujur (bener, jejeg, jujur) seperti yang diungkapkan dalam tembang-tembang Ramalan Jayabaya.

Demikian pula tentang sosok sang Pemimpin yang digambarkan sebagai Satriya Piningit, bukanlah seseorang yang tiba-tiba muncul, tetapi Ia adalah seorang Pemimpin Indonesia yang sifatnya tidak mau menonjolkan diri, tetapi Ia bekerja tanpa pamrih, menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan bangsa dan negara. Sudah ada langkah-langkahnya yang nyata yang dapat ditelusuri dalam kehidupannya sehari-hari. Bisa saja Ia akan terpilih dalam Pilpres 2009 ini, atau mungkin juga dalam periode Kepemimpinan Indonesia pada periode berikutnya untuk mengantarkan Indonesia kepada Cita-cita para Pendiri Bangsa sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, yaitu negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera bagi segenap Rakyat Indonesia.

2. Juan Paul Valdez

Dia meramalkan satu negara terpadat di Asia Pacific dibawah garis tengah (Indonesia?) akan terjadi revolusi besar, 20 tahun setelah kedua kalinya perang besar, 33 tahun kemudian akan terjadi revolusi kedua yang akan digantikan seorang boneka. Boneka ini akan memimpin selama 1 tahun dan akan digantikan dengan damai oleh seorang yang keras. 3 bulan (akhir tahun 1999?) setelah pemimpin baru ini memimpin, negara ini yang sudah bernapas dalam lumpur akan semakin tenggelam dan akan terjadi revolusi ketiga yang sangat-sangat berdarah. Pada revolusi ketiga ini akan langsung bersambung dengan Perang Besar ketiga. Dan 16 tahun kemudian revolusi keempat akan berlangsung damai.

Dia menggambarkan, pada revolusi pertama, 20 tahun setelah perang besar, akan terbunuh 500.000 orang yang bukan asli dari negara itu dan 25 wanita akan diperkosa. Pada revolusi kedua akan terdapat 500 orang terbunuh yang bukan asli dari negara itu dan akan ada 250 wanita yang diperkosa. Pada revolusi ketiga akan terdapat 500.500 (lima ratu ribu lima ratus) orang yang terbunuh bukan asli dari negara itu dan akan ada 2500 wanita yang akan diperkosa.

Perang ketiga Besar akan mulai tahun 00 (mungkin tahun 2000 yg dimaksud). Dimulai dengan terbunuhnya seorang presiden di negara Timur Tengah. Tapi perang besar ini akan menjadi besar sekali setelah 2 tahun terjadi peperangan di Timur Tengah karena Negara besar di Utara (Amerika?/Rusia? atau keduanya?) akan ikut campur dalam peperangan ini setelah negaranya banyak terjadi ledakan mobil dan ledakan bunuh diri yang dilakukan oleh orang-orang dari negara Timur Tengah ini. Perang ini akan melibatkan 125 negara didunia dan akan berlangsung 9 tahun.

Ledakan besar buatan manusia (nuklir?) akan hanya terjadi 5 kali dalam sejarah yang pada akhirnya akan membunuh 30 juta orang total dan
semuanya hanya terjadi di Asia. Kita sudah menyaksikan 2 kali diledakan di Jepang. Dan akan ada 3 kali lagi.

Malaysia akan menjadi satu dengan Indonesia karena dijajah oleh negara besar itu juga. Selama 15 tahun Indonesia dan Malaysia akan digabung dijadikan satu dan dijajah negara raksasa ini. Akan terbunuh total 21.000.000 warga asli yang sebagian besar dari Indonesia. Keadaan akan sangat -sangat brutal karena akan banyak penyakit yang disebar lewat udara disemburkan lewat burung yang terbuat dari besi.

Sejarah terhitam dalam negara yang dijajah ini akan merubah wajah negara ini selamanya. Setelah 15 tahun dijajah, negara ini akan akhirnya dipimpin oleh seorang yang bukan asli (orang Cina?) dan pemimpin ini melakukan revolusi keempat mengeluarkan penjajah dengan damai. Akan hanya ada 20 orang yang akan terbunuh dalam revolusi damai ini.

Pemimpin baru ini akan memimpin selama 12 tahun. Seorang pemimpin berkulit sangat gelap akan menggantikannya membawa negara ini menjadi negara contoh teladan di Asia. Dia akan memimpin selama 8 tahun dan akan digantikan oleh seorang yang sangat keras berdarah bangsawan. Negara mengalami sedikit kemunduran selama 4 tahun masa kepemimpinannya dan akan digantikan oleh seorang bukan asli negara itu kembali, segala menjadi baik dan negara ini akan dibagi menjadi 8 negara bagian dan masing-masing nantinya akan dipimpin oleh gubernur- gubernur untuk setiap negara bagian dan satu presiden itu.

3. Cepot-Repot-Kolot

1. Masa Cepot Antara Tahun 2010-2020

Indonesia berada di masa transisi krusial, Dimana terjadi perubahan besar di dunia berkenaan dengan Revolusi Teknologi Informasi. Krisis identitas kebangsaan terjadi, Nilai2 tradisional, Nilai Liberalisme Barat, Nilai Sosialisme bahkan komunisme, dan Nilai2 Islam saling tarik menarik keras.
Indonesia mengikuti pusaran pertempuran dunia antara dua idelogi yang sedang tarik menarik yaitu idelolgi Liberalisme dan Idelogi Islam. Isu terorisme, kebangkitan Islam menjadi suatu hal yang lumrah dan menjadi bahas yang panas sampai ke dunia maya/internet.

Masa Cepot, akan banyak kejadian besar yang menimpa dunia dan Indonesia dari isu terorisme hingga sampai perang opini di segala bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM dalam masyarakat akibat pergesekan dua idelogi yang sedang panas2nya tersebut, namun belum sampai kepada perang saudara walaupun di dunia perang Irak,Afghanistan, Pakistan masih terus bergelolak.

2. Masa Repot Antara Tahun 2020-2050

Masa ini merupakan masa yang benar2 membuat repot Indonesia karena benturan2 kepentingan antar kelompok terutama yang membawa nilai2 nasionalisme, Liberalisme dan Nilai Islam sudah mencapai puncaknya terjadi perang saudara yang besar yang banyak memakan korban, Trend ini mengikuti dunia dimana satu ideology mengalami banyak penguatan dan satu idelogi mengalami penurunan terus menerus dari tahun 2000.

Masa Repot di tandai pula munculnya tokoh2 baru Indonesia yang mempengaruhi pemikiran dunia yang berasal dari Neo-liberalisme (yang memperbaharui nilai2 liberalisme lama) dan dari Neo-Islam (yang membawa kemurnian nilai2 Islam sebagaimana zaman Khulafaur Rasyidin)

3. Masa Kolot Antara Tahun 2050-2850

Inilah zaman keemasan dunia dimana hanya ada satu pemerintahan, satu Undang Undang dan satu Kepemimpinan dan satu Wilayah Dunia. Dimana fase2 kritis yang terjadi tahun 2000 di Indonesia sudah melebur dengan permasalahan2 dunia.

Perintisan terjadi awal 2050 dan terus mengalami pergolakan dan peperangan hingga tahun 2300 mencapai masa keemasan hingga terus menurun hingga tahun 2850, masa pasca 2850 inipun terjadi Armageddon (Perang Dunia yang melibatkan wilayah2 yang ingin bebas dari imperium) yang sangat besar hingga burung dan lalat pun tak bisa luput dari terpaan senjata modern. Pasca Armageddon zaman ini manusia kembali ke zaman batu. Pedang dan kuda seperti waktu ribuan tahun yang lalu kembali terjadi. Semoga menambah wawasan kita semua.
 
Tapi perlu diingat semua itu hanya sebatas " RAMALAN MANUSIA " Hanya Alloh yang Tahu segalanya .. Jangan sampai Kita menjadi musyrik karenanya. Wallohu A'lam

Rabu, 14 Agustus 2013

resep tempe mendoan


tempemendoan
Sepertinya semua orang doyan sama tempe, salah satunya tempe mendoan. Enak banget dimakan anget-anget plus cabai rawit, hhmmmm….Saya juga salah satu penggemar tempe yang satu ini. Resep tempe mendoan ini saya sajikan berdasarkan permintaan dari Mas Mampir Ngombe. Selamat mencoba ya Mas…
Resep Bahan Tempe Mendoan :
  • 100 gram tepung beras
  • 1 sendok makan tepung terigu
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 125 ml air
  • 300 gram tempe, irir lebar tipis 10 x 15 cm
  • minyak sayur secukupnya
Resep Bumbu Tempe Mendoan :
  • 2 siung bawang putih
  • 1 butir bawang merah
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 2 sendok teh garam
Cara membuat Tempe Mendoan :
  1. Haluskan Bumbu Tempe Mendoan.
  2. Aduk tepung dengan bumbu yang dihaluskan, daun bawang dan air hingga rata.
  3. Celupkan tiap potong tempe dalam adonan tepung. Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adonan tepung matang, tetapi tidak sampai kering. Angkat, tiriskan.
  4. Sajikan.
Untuk 12 buah
Selamat mencoba

resep masakan sayur lodeh

Resep Lodeh Terung

Pilih daun melinjo yang masih muda agar rasanya lebih enak. Perhatikan saat memotong terung agar tidak terlalu tipis, karena akan hancur saat dimasak.
Untuk 5 orang.

Bahan
• 5 kacang panjang
• 1 terung ungu panjang
• 1 genggam daun melinjo muda
• ½ kelapa parut
• 7 gelas air

Bumbu
• 5 siung bawang merah
• 3 siung bawang putih
• 3 cabai merah
• 3 cabai rawit
• ½ ruas jari lengkuas
• 2 daun salam
• 1 sendok makan gula merah iris
• Garam

Caranya:
1. Potong terung tebal melintang. Petiki daun melinjo. Iris-iris gula merah.
2. Peras kelapa parut menjadi 2 gelas santan kental. Peras lagi menjadi 3 gelas santan cair.
3. Ulek halus bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit.
4. Masukkan bumbu halus bersama daun salam ke santan cair. Masak sampai mendidih dan bumbu harum. Masukkan kacang panjang dan terung. Masak sampai agak layu. Masukkan daun melinjo. Beri garam dan irisan gula jawa. Cicipi.
5. Setelah daun melinjo agak layu, tuang santan kental. Masak sampai mendidih sambil terus diaduk pelan-pelan supaya santan tidak pecah. Angkat.

Senin, 12 Agustus 2013

Fungsi Refresh itu apa sih ?

Ini Fungsi Desktop Refresh Komputer Yang Sebenarnya!



Inilah salah kaprah yang selalu kita lakukan di komputer kita.
Ini Fungsi Desktop Refresh Komputer Yang Sebenarnya! - Saya rasa anda juga salah satu orang diantara mereka yang sering salah menggunakan perintah ini. Mereka kebanyakan meniru apa yang dilakukan banyak orang dan mencoba memahami sendiri dan melakukannya tanpa dasar pengetahuan yang Ilmiah.

Command yang saya maksud di sini adalah Command pada Desktop Refresh. Banyak orang melakukan / mengeksekusi perintah Desktop Refresh dengan tujuan Mempercepat Sistem Kerja Komputer. Ini adalah suatu pemahaman yang sangat Salah. Desktop Refresh dibuat tidak untuk Mempercepat sistem kerja Komputer, Desktop Refresh dibuat untuk memperbaharui tampilan Icon pada Desktop anda.

                                                                      


Sekarang Timbul pertanyaan "Kenapa harus memperbaharui tampilan Icon pada Desktop?", Terkadang ada kondisi (misalnya Desktop anda memiliki Icons sangat banyak, Wallpaper dengan ukuran melebihi ukuran Display) menyebabkan Windows gagal memperoleh informasi yang Up To Date tentang Icon dari Cache Memory hal ini menyebabkan Windows memperlihatkan keanehannya (Anomaly) diantaranya :

- Menampilkan Icon yang sama untuk semua Icon pada Desktop (Coba anda Lihat Gambar di ATAS).
- Menampilkan Icon dengan Warna Dasar (16 colors) walaupun sebenarnya VGA Card anda mendukung 32 Bits.
- Hang atau Tidak menampilkan satu Icon pun pada Desktop.

Apabila hal ini terjadi anda memiliki beberapa pilihan, diantaranya Restart dan tentu saja menjalankan perintah Desktop Refresh. Selain dari itu Jangan Sekalipun anda Melakukan Desktop Refresh!. Dari namanya saja Refresh kita sebenarnya sudah memahami apa arti dari kata itu, kecuali kalau Microsoft memberi Nama Desktop Faster.

Sebaliknya melakukan Desktop Refresh secara berkali-kali secara cepat akan meningkatkan penggunaan CPU yang membahayakan umur dari CPU anda. Untuk membuktikannya anda lakukan perintah berikut ini :

- Tekan "Ctrl + Alt + Del", lalu pilih "Task Manager".
- Kemudian pilih Performance Tab, anda akan mellihat pada CPU Usage angka 4% yang menyatakan bahwa pemakaian CPU hanya 4% (Merupakan kondisi normal saat PC tidak melakukan banyak pekerjaan).

                                                                                   


Sekarang coba anda Lakukan Desktop Refresh berungkali secara cepat (Tekan tombol F5 saat mouse berada di Desktop). Maka anda akan melihat CPU Usage meloncat menjadi 18% atau ke yang lebih tinggi lagi. Apabila Desktop anda memiliki lebih banyak Icon (misalnya mencapai 30 icon di Desktop), maka CPU Usage akan meningkat lebih tinggi lagi. Saran saya janganlah menempatkan Icon lebih dari 20 pada Desktop anda.

Semoga bermanfaat sahabat WOW sekalian. Sampai ketemu di lain kesempatan.

Kamis, 18 Juli 2013

Misteri Wafatnya R.A Kartini

Mengungkap Misteri Wafatnya RA Kartini Di Racun Oleh Belanda ?

Mengungkap Misteri Wafatnya RA Kartini Di Racun Oleh Belanda ? - Gan sudah ada yang tahu belum kalau RA Kartini,, Pejuang emansipasi wanita itu ternyata meninggalnya di racun oleh pihak Belanda yang tidak suka akan perjuangannya??? berikut saya akan coba ulas misteri terselubung dibalik wafatnya RA Kartini

Kartini adalah pahlawan Nasional SK Presdien RI (Ir. Soekarno) No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964. SK tersebut menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional menunai banyak kontroversi. Banyak latar yang mempertanyakan bahwa nilai kepahlawanannya tidak lepas dari politik etis zaman Belanda. RA kartini merupakan wanita berdarah biru, cerdas, pemberani, dan kurang menyukai hal-hal yang bersifat seremonial. Dia menentang perihal yang bersifat feodalism kerajaan maupun kolonial. Dan sangat memperhatikan nasib bangsa bumipertiwi khususnya kaum wanita dibidang pendidikan. Karena ia berpikir, hanya melalui pendidikan rakyat Indonesia lepas dari perbudakan kolonial penjajahan dan keratonism. Yakni sebuah pemikiran yang jarang dimiliki oleh putra bangsa —apalagi wanita— seperti Kartini.
R.A. Kartini 

Sehingga nasehat Hugrogonje, orang seperti kartini harus didekati, karena pola pemikirannya sangat berbahaya bagi sistem kolonial Hindia Belanda. Maka dari itu JH Abendanon, Menteri Pendidikan penjajahan kala itu di zaman Kartini berupaya mendekati Kartini dari sudut pemikiran.
 

Pemikiran-pemikiran Kartini yang sedemikian berani, kritis, sistemik terlihat dari berbagai surat-surat dan artikel yang sudah menyebar di majalah-majalah wanita Eropa harus didampingi oleh orang Belanda agar tidak keluar dari visi penjajahan kerajaan belanda di Hindia Belanda. Khususnya pemikiran tentang gugatan emansipasi di zaman yang sudah mendunia kala itu bahwa pemikiran tentang kewanitaan sangat mengagetkan wanita-wanita Eropa. Penjajahan tidak hanya feodalisme dan kapitalis dunia, akan tetapi diskriminasi terhadap kaum wanita di seluruh dunia bisa dikatakan — bagi kaum wanita— merupakan era penjajahen gender, bahkan untuk negara penjajah sendiri seperti Belanda dan Eropa lainnya, kaum wanita merasa terjajah oleh sistem negerinya sendiri. Dan Kartini ibarat sinar yang mampu menggugah pemikiran wanita-wanita Eropa untuk bangkit menjadi kaum yang mandiri yang tidak hanya takluk oleh kaum pria dan sistem yang melingkupi budaya kewanitaan.
 

Sedemikian jauh dan cerdas, untuk sekian kalinya JH. Abendanon mengawal profil kehidupan dan pemikiran Kartini —-lihat dalam uraian surat-surat Kartini di buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” (door duisternis tot licht) — tidak mampu mengawal letupan-letupan gugatan Kartini terhadap sistem feodal kratonism dan kolonialism. Dalam rekayasa ini sangat terlihat intrik-intrik hitam pada detik-detik Kartini, ketika ada visi untuk menjatuhkan intlektual Kartini.

Artinya, Kartini di zaman itu bukan hanya di era indonesia dan segala kerajaannya, akan tetapi surat-surat dan artikel via pos. Kalau tidak berlebihan dikatakan, “ di zaman itu 1898 – 1902 Kartini menjadi tokoh dunia. Ia menjadi sentral tokoh-tokoh wanita Eropa di dunia.” Dan bagi kolonial Belanda di Indonesia menghabisi peran intlektual Kartini akan menjadi masalah internsional, karena masalah area kolonial atau penjajahan sangat bersaing ketat dengan Inggris.

Dari sini ada upaya “gerakan bawah tanah” untuk menghabisi RA Kartini. Gerakan itu bisa dirasakan dan mulai terlihat jelas ketika RA kartini hendak sekolah ke Luar Negeri, kemudian cita-citanya sekolah di Bandung, semua tumbang ditengah jalan akibat campur tangan JH Abendanon terhadap bapak Kartini. Demikian juga masalah pernikahan, sangat kental sekali upaya JH Abendanon terhadap bapak Kartini dan sistem keraton Jepara. Akhirnya Kartinipun menikah di usia 25 tahun. Kalau sudah menilah —bagi adat Jawa yang sudah dipelajarai penjajah Belanda —- tentu profil wanita Jawa tidak bisa berbuat banyak lagi.
 

Ketika memasuki area pernikahan dan hidup di Rembang bersama suami tercinta, rupanya sang suami sangat mendukung visi, misi, dan tujuan Kartini tentang Pendidikan, menulis buku —bahkan Kartini sudah membuat plot buku yang bertema Babat tanah Jawa, — atas dukungan suami tercinta. Buku itu belum selesai ditulis karena meninggal dunia. Juga ada seorang ulama Kyai Sholeh Darat menulis kitab tafsir untuk Kartini agar bagaimana Kartini memahami Islam, Kyai itupun wafat dengan misterius, sebab umat islam sengaja dijauhkan dari keilmuan agamanya sendiri. Dengan kata lain bahwa Kartini, walaupun sudah berstatus istri masih melakukan aktifitas-aktifitas intlektualnya atas bantuan suami dan orang terdekat dari kalangan pribumi.

“Betapa bahagianya Kartini melihat suaminya mendorong agar tetap bersemangat menulis. Suaminya menyampaikan ide agar menulis buku Babad Tanah Jawa. Diharapkan dari tulisan Kartini kelak masyarakat Jawa bisa melihat dengan jelas sejarah perkembangan tanah Jawa.
 

Dikatakan dalam satu suratnya tanggal 16 Desember.
Suami sangat inginnya melihat saya menulis kitab tentang cerita lama-lama dan babad tanah Jawa. Dia akan mengumpulkannya bagi saya; kami akan bekerja bersama-sama mengarang kitab itu. Senangnya hati mengenangkan yang demikian itu !

Masih banyak lagi hal yang hendak diperbuatnya bersama-sama dengan saya; di atas meja tulis saya telah ada beberapa karangan bekas tangannya. (Armijn Pane 1968, 238)
Hidup di Rembang sebagai permaisuri sekaligus wanita karir (sebutlah seperti di zaman modern ini) Kartini sudah mencapainya dengan baik sejak era 1900-an. Aspek sejarah manapun terbukti bahwa Kartini sudah membuka pintu yang luas untuk diri dan bangsanya. Menjadi kolomnis untuk majalah Eropa dan menjadi penulis buku bukan hal yang mudah di zaman penjajah. Tingkat kecerdasan masyarakat Jawa secara umum masih banyak yang belum bisa baca tulis. Akan tetapi Kartini gadis keraton dengan gaya pendidikan yang ketat (di keraton) tanpa mengalami kesulitan menulis buku atau membaca buku-buku. Ia memperoleh dukungan luar biasa dari suaminya.”

JH Abendanon dan orang-orang Belanda berpikir keras, bagaimana menghentikan gerakan intlektual Kartini terhadap bangsa melalui pemikiran dan wawasan kebangsaan Indonesia. Muncullah “gerakan bawah tanah” melalui dokter persalinan yang mengurusi persalinan RA. Kartini ketika melahirkan Susalit, dan fenomena itu bisa ditafsir ke seribu makna tentang kematian Kartini. Proses persalinan Susalit tidak ada masalah. Badan sehat, tidak ada keluhan, namun pada minggu selanjutnya ketika DR itu datang, tiba-tiba perutnya sakit dan meninggal dunia.

Ada kutipan yang menarik. Sitiosemandari memberikan gambaran kecurigaan yang wajar.
Tanggal; 13 September 1904 bayinya lahir, laki-laki, kemudian diberi nama Raden Mas Soesalit. Tanggal 17 September, dr. Van Ravesteyn datang lagi untuk memeriksa dan dia tidak mengkhawatirkan keadaan Kartini. Bahkan bersama-sama mereka minum anggur untuk keselamatan ibu dan bayi.

Tidak lama setelah Ravesteyn meninggalkan Kabupaten, Kartini tiba-tiba mengeluh sakit dalam perutnya. Ravesteyn, yang sedang berkunjung ke rumah lain, cepat-cepat datang kembali. Perubahan kesehatan Kartini terjadi begitu mendadak, dengan rasa sakit yang sangat di bagian perut.
Setengah jam kemudian, dokter tidak bisa menolong nyawa pemikir wanita Indonesia yang pertama ini. Pembunuhan ? Racun ? Guna-guna ? Tentang hal ini, Soetijoso Tjondronegoro (Sutiyoso Condronegoro) berpendapat: “Bahwa ibu kartini sesudah melahirkan putranya, wafatnya banyak didesas-desuskan, itu mungkin karena intrik Kabupaten. Tetapi desas-desus itu tidak dapat dibuktikan. Dan kami dari pihak keluarga juga tidak mencari-cari ke arah itu, melainkan menerima keadaan sebagaimana faktanya dan sesudah dikehendaki oleh Yang Mahakuasa.” (Imron Rosyadi, 2010)
 

Ada pernyataan dari teman belanda, Jika hewan saya sakitpun, saya tidak percaya terhadap kompetensi dr. Van Ravesteyn.

Ada intrik yang mendalam, yakni permainan dalam sekam agar tidak terlihat upaya pembunuhan terhadap kartini. Orang berpura-pura berbelasungkawa, sesungguhnya dialah yang membawa pedang tikaman. Orang berteriak maling, sesungguhnya dialah malingnya. Akan tetapi keluarga kerajaan mengambil jalan bijak, dan menurut bahasa elit yang terkenal zaman itu, “Laat de doden met rust” (biarkan yang meninggal jangan diganggu – [Efatino Febriana, 2010]). Dan semuanya dianggap bagian dari perjuangan Kartini yang tertunda.

Tentang “intrik-intrik” sudah ada di zaman dulu hingga zaman sekarang. Manusia yang dianggap penting dan berkedudukan tinggi jika memperoleh target pembunuhan atau pemandulan peran karena pertimbangan tertentu, pasti dilakukan dengan hati-hati, karena dampak dari pembunuhan dan pemandulan itu akan diketahui publik dan berdampak pada eksistensi sosial yang tinggi juga, yang taruhannya akan terkena pada pembuat intrik tadi. Jadi selalu ada alasan lain sebagai “kambing hitam politik” sebagai korban untuk mengamankan zona yang lebih luas dan panjang. Termasuk RA. Kartini versus Belanda, ada zona yang lebih luas dan panjang jika Kartini dibiarkan hidup di era zaman belanda.

Jadi R.A. Kartini bukan pahlawan yang sengaja di-usung bangsa Belanda melalui politik etis, dan mengalahkan Cut Nyak Dien, Sartika, dll yang tidak di”hari raya”kan sementara Kartini kenapa dijadikan momen 21 April sebagai Hari Kartini, dan tidak ada hari besar Cut Nyak Dien atau lainnya. Hari Besar itupun dihapus dengan alasan Kartini adalah pahlawan bawaan Belanda. Padahal Kartini adalah korban politik etis bangsa belanda secara terselubung, hanya kita yang buta, kenapa tidak mengetahui ada mutiara yang berserakan di tanah air sendiri dengan bicara yang tegas. Kita masih ada budaya menyalahkan kelompok lain bidang sosial, politik, atau keagamaan, yakni melalui pemikiran perbandingan intlektual pembenaran diri sendiri, dan menganggap lainnya salah yang tidak koheren dengan kita. Dan Kartini salah satu korban pahlawan di zaman dulu dan korban malpraktek pemikiran di zaman kekinian.

Kamis, 04 Juli 2013

" SOEKARNO "

Kisah Heroik Para Polisi Tameng Peluru Soekarno



Kisah Heroik Polisi Tameng Peluru Soekarno - Kepolisian Republik Indonesia baru saja merayakan hari jadi Ke-67. Banyak polisi yang terjerat kasus dan memalukan kesatuan. Tapi banyak pula yang membuktikan kesetiaan luar biasa pada negara.

Salah satu kisah heroik para polisi ini adalah saat Detasemen Kawal pribadi (DKP) berkali-kali menyelamatkan Presiden Soekarno dari percobaan pembunuhan.

Ajun Komisaris Besar Polisi Mangil Martowidjojo mengisahkan peristiwa tanggal 14 Mei 1962 itu dalam buku Gerakan 30 September, Pelaku, Pahlawan & Petualang yang ditulis wartawan Senior Julius Pour, terbitan Kompas.

Komandan Detasemen Kawal Pribadi (DKP) ini baru menerima kabar dari Kapten (CPM) Dahlan. Laporan itu menyebutkan Kelompok Darul Islam merencanakan untuk membunuh Presiden Soekarno.

Saat itu Mangil memeriksa jadwal Presiden Soekarno satu minggu ke depan. Mangil yakin, para pemberontak itu pasti akan menyerang Soekarno saat Salat Idul Adha. Saat itu Istana menggelar Salat Id. Penjagaan relatif longgar dan semua pintu istana terbuka.

Maka Mangil bersiaga saat Idul Adha. Dia sengaja tidak ikut Salat Id.

"Saya duduk enam langkah di depan bapak. Di samping saya duduk Inspektur Polisi Soedio. Kami berdua menghadap ke arah umat. Sedangkan tiga anak buah, Amon Soedrajat, Abdul Karim dan Susilo pakai pakaian sipil dan berpistol duduk di sekeliling bapak," cerita Mangil.

Tiba-tiba saat rukuk, seorang pria bertakbir keras. Dia mengeluarkan pistol dan menembak ke arah Soekarno.

Refleks, semua pengawal berlarian menubruk Soekarno. Amoen melindungi Soekarno dengan tubuhnya.

Dor! Sebutir peluru menembus dadanya. Amoen terjatuh berlumuran darah.

Dor! Pistol menyalak lagi. Kali ini mengenai menyerempet kepala Susilo. Tapi tanpa menghiraukan luka-lukanya, Susilo menerjang penembak gelap itu. Dua anggota DKP membantu Susilo menyergap penambak yang belakangan diketahui bernama Bachrum. Pistol milik Bachrum akhirnya bisa direbut DKP.

Soekarno berhasil diselamatkan. Begitu juga dengan dua polisi pengawalnya. Untungnya walau terluka parah, Amoen dan Susilo selamat.

Soekarno juga menceritakan serangan ini dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams. Dia menyebut berkali-kali Darul Islam mencoba membunuhnya. Mulai dari serangan pesawat udara, granat Cikini dan akhirnya menyerang saat Salat Idul Adha. Soekarno menilai mereka adalah orang terpelajar yang ultrafanatik pada ideologi tertentu.

Orang-orang yang mencoba membunuh Soekarno ini diadili dan dihukum mati. Namun belakangan Soekarno memberikan amnesti dan membatalkan hukuman mati tersebut.

"Aku tidak sampai hati memerintahkan dia dieksekusi," kata Soekarno.